Senin 04 Agustus 2008 start on 19.30 WIB : Subhanallah !!! para calon penghuni surga (amin…!!) tetap setia menunggu kehadiran ustadz gaul “Jeffry Al Buchori” yang akan memberikan tausiyahnya di lapangan SDN 03 Cipondoh Makmur Tangerang yang berlapiskan terpal biru di atas kulit kelabunya paving block… Sungguh kesabaran masih ditanamkan pada jiwa mereka meski kantuk melanda…. termasuk aku —datang jam 21.00 setelah pulang kerja— tetap setia menunggu disitu.. untuk dapat bertemu kali kedua dengan Uje… (it’s rarely moment..!!)
Di rentang waktu menunggu Uje… alhamdulillah Ustadz Pasya —Pak Syahroni maksudnya…ustadz cipondoh makmur—- mengisi waktu tunggu itu.. dengan tausiyah Isra’ Mikrajnya… (maaf Ustadz Pasya.. ceramah Bapak belum saya ikutkan posting di sini, tak bermaksud apa2, tapi aku suka dengan speaking stylenya Bapak, mirip Da’i Sejuta Umat, Pak Zaenuddin MZ… I like both of them )
Akhirnya…. Datang Juga!!! Tepat jam 22.30 WIB Ustadz Uje memasuki mimbar acara.. disambut meriah, dengan dihiasi jepretan lampu kamera sana sini laksana fireworks tahun baru (Uje Seperti Selebriti…diphoto mulu… bikin ngiri!!!)… acara tausiyahpun segera dimulai dengan bacaan bismillah dan salam…
Kira-kira inti tausiyah Ustadz begini :
(maaf kalo banyak yang miss…karena keterbatasan intelektual aku..)
1. Para calon pejabat pemerintah (awal2 disinggung masalah politik… pilkada!!!) hendaknya tidak memprioritaskan merebut kursi… tapi hendaklah memperebutkan ayat-ayatNya dengan menghayati dalam diri mereka dan mengamalkannya… Insya Allah setelah ayat tersebut dapat terebut, kursi akan segera diraih… tidak perlu kampanye besar-besaran sampai acara utang mengutang yang bisa bikin stress…Uje mencontohkan ada yang stress mau bunuh diri.. dan sekarang jadi pasiennya ..
2. Uje memberi makna tentang angka 17… seperti pada jumlah rak’aat sholat, tanggal kemerdekaan Indonesia, tanggal Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan
3. Uje juga cerita tentang kisah seorang waria yang ikut sholat berjama’ah bersamanya di lokasi syuting MD Entertainment (waria tsb seorang make up artist…). Kita tidak boleh menghina mereka dan melecehkannya…
4. Uje juga mengajak kita untuk tetap berbuat cinta dan sayang kepada siapa saja… kita mesti tetap baik, ramah, senyum terhadap orang2 yang membenci kita… karena dengan cinta kita, siapa tahu kita dapat mengubahnya menjadi baik…
5. Uje juga menceritakan tentang perjalanan Nabi bersama Malaikat Jibril ke langit ketujuh… dan bagaimana melewati tiap lapis dan bertemu dengan Nabi terdahulu.. Hikmah yang diambil setiap perjalanan… Nabi Muhammad sangat rendah hati, tidak melecehkan dan menghina… dan sangat hormat ketika bertemu dengan Nabi Yusuf yang ganteng banget… (Nabi tidak merasa tersaingi akan kegantengannya… bahkan memuji Nabi Yusuf).. selain itu beliau mencontohkan sikap Malaikat Jibril yang tidak marah, tetapi bersikap santun ketika ditanya ada apa untuk masuk ke lapis langit itu… Padahal ibarat penjaga langit tersebut kopral dan Malaikat Jibril seorang Jenderal yang akan masuk, meski ditanya oleh Kopral, Sang Jenderal tetap menjawab dengan santun… (bandingkan dengan manusia biasa… sok belagu jika pangkatnya lebih tinggi..)
Di sela-sela intisari tausiyahnya, uje menyanyikan beberapa lagu, sholawat Nabi… suara Uje memang merdu dan banter banget…
Di akhir penutup acara 24.00 WIB, berdo’a bersama… termasuk baca sayyidul istighfar…
Semoga bermanfaat… mohon maaf kalau ada yang salah kata… sampai ketemu di tausiyah Uje selanjutnya… Aku rindu momen seperti ini… With Ustadz like Uje to born my spirit keeping my religy… Allahu Ya Karim…
0 Tanggapan ke “Cipondoh Makmur With Uje”