Arsip dari penulis : antho

19
Feb
09

Renungan 1

“ Jadikanlah agama Islam sebagai agama yang sebenarnya, bukan agama yang apa adanya “, sebuah kalimat yang menohok diriku tatkala mengikuti Pesantren Daruut Tauhiid Santri Tafaqquh Fiddin. Betapa merintih hati ini.. rasanya ingin meneteskan air mata dan segera untuk bertaubat kepadaNya.
Ya Allah Ya Ghofur.. ampuni hambaMu ini. Seumur hidupku ini tak pernah terfikir.. tak pernah sadar dan tak pernah mau melaksanakan secara sempurna keislamanku ini.
Sudahkah aku menjadikan sholatku sebagai pencegah kemungkaran dalam hidupku ini? Sudahkah aku menjadikan sholatku sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban? Sudahkah aku mencari rejeki ini secara halal? Sudahkah aku bangun untuk sujud berlama-lama di sepertiga malam? Sudah aku sholat tepat waktu? Sudahkah aku selalu beranjak ke masjid dan berjam’ah tatkala adzan memanggil kita?? Ya Allah…. Masih begitu jauh imanku untuk mampu menjadikan agama Islam yang sebenarnya

Astagfirullahal’adzim……Ya Allah ampuni aku.. aku masih terlalu mencintai dunia ini. Aku masih menjadikan waktu ibadahku menjadi prioritas kedua setelah waktu duniaku. Aku masih menjadikan waktu ibadah bukan waktu utama di rentang waktu 24 jam sehari yang Engkau berikan. Aku masih menganggap ibadah kepadaMu sebagai sisa waktu hidupku di dunia ini.

20
Agu
08

Dirgahayu Indonesiaku !!!

Sudah menjadi tradisi tahunan di tempat kelahiranku Kab.Batang Jawa Tengah, karnaval dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-63. Pulang mudikku selama 3 hari terasa menyenangkan, karena aku bisa menyaksikan karnaval itu di hari senin tgl 18 agustus 2008. Ada yang istimewa di tahun ini, marching band dari IPDN memeriahkan karnaval itu. Meski image negative dari masyarakat telah terbentuk pada institusi yang satu ini karena beberapa kasus mereka, tapi mereka bisa menunjukkan sisi positif mereka dengan atraksinya yg menarik… It’s very atractive!!

 

Melihat peserta karnaval dari mulai anak sekolah, pegawai pemerintah sampai partisipan dari warga kampong, mengingatkanku akan jaman sekolah dulu. Saat itu aku disuruh ikut karnaval, memakai pakaian adat Jawa Tengah yang menjadi bagian dari peserta SMPN 3 Batang.  Betapa senangnya kemarin, bisa melihat guru-guru SMP aku yang telah berjasa mendidikku hingga aku bisa seperti ini.

 

Alhamdulillah, ponakanku pertama kelas 2 SMP telah menjadi pewaris peserta karnaval itu dengan memakai pakaian adat Minangkabau. Begitu pula dengan ponakanku kedua yang duduk kelas 2 SD. Meski belum mengerti makna kemerdekaan yang sebenarnya, tapi semangat untuk ikut serta masih berkobar. Spirit for our nation!!!

 

Sungguh luar biasa semangat masyarakat Batang. Tak ada yang beda dengan jamanku dulu. Semangat patriotisme masih berkobar di jiwa mereka. Semangat untuk membangun negeri ini. Dirgahayu Indonesiaku !!! Jadilah negeriku yang gemah ripah loh jinawi….

 

 

 

 

 

 

06
Agu
08

Jangan Takut Jadi Orang Aneh

Just for share… get from my fren “Guntur”… semoga bermanfat !!!

“Dunia memang aneh”, Gumam Pak Ustadz

“Apanya yang aneh Pak?” Tanya Penulis yang fakir ini.

“Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”

“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami” Kata Pak Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 200 M dari rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya”

“Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, sih?” Tanya ibu muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yang lain rasanya…

“Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memang semestinya seperti itu dibilang “tumben”?

Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan memberi makan anaknya di tengah jalan, di tengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?

Kenapa orang ke masjid dianggap aneh?

Orang yang pergi ke masjid akan terasa “aneh” ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron “Intan”.

Orang ke masjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.

Orang ke masjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor karena kehujanan.

Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, “Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain
di sekitarmu,” kata Pak Ustadz.

“Keanehan-keanehan” di sekitar kita?

Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak “aneh” di tengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan mengobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”, karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh di tengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al Qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh di tengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya nyaman dan tidak silau. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang di tempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang di tempat shalat. Aneh, bukan?

Cobalah hari ini shalat Jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang selesai.

Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh di tengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu, dan test..test, test saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat al Qur’an, pasti akan terasa aneh di tengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang “aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut dibilang “tumben” ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian rapi, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur’an (Al A’raf:31)

Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha di kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.

Jangan takut dikatakan “Sok Rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.

“Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian
apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Annisaa:103)

Jangan takut untuk shalat Jum’at/shalat berjama’ah berada di shaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. Karena di shaf terdepan itu ada kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu’alaihi wassalam para sahabat bisa bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan.

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli [1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (Al Jumu’ah:9)

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al Qur’an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk
saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fusshilat:33)

Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali kita menyerukan, sekali kita kirim artikel, lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, lenyap donk ladang amal kita….

Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat. Aneh nggak, sih?

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, atau sok tahu. Lha wong itu yang disuruh kok, “sampaikan dariku walau satu ayat” (potongan dari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn Umar).

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail
dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang
isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.

Lakukan “keanehan-keanehan” yang dituntun manhaj dan syari’at yang benar.

Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh ditengah orang-orang yang berbikini dan ber-you can see.

Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka” jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelematkan kita?

Selamat jadi orang aneh yang bersyari’at dan bermanhaj yang benar…

 

05
Agu
08

Cipondoh Makmur With Uje

Senin 04 Agustus 2008 start on 19.30 WIB : Subhanallah !!! para calon penghuni surga (amin…!!) tetap setia menunggu kehadiran ustadz gaul “Jeffry Al Buchori” yang akan memberikan tausiyahnya di lapangan SDN 03 Cipondoh Makmur Tangerang yang berlapiskan terpal biru di atas kulit kelabunya paving block… Sungguh kesabaran masih ditanamkan pada jiwa mereka meski kantuk melanda…. termasuk aku —datang jam 21.00 setelah pulang kerja— tetap setia menunggu disitu.. untuk dapat bertemu kali kedua dengan Uje… (it’s rarely moment..!!)

 

Di rentang waktu menunggu Uje… alhamdulillah Ustadz Pasya —Pak Syahroni maksudnya…ustadz cipondoh makmur—- mengisi waktu tunggu itu.. dengan tausiyah Isra’ Mikrajnya… (maaf  Ustadz Pasya.. ceramah Bapak belum saya ikutkan posting di sini, tak bermaksud apa2, tapi aku suka dengan speaking stylenya Bapak, mirip Da’i Sejuta Umat, Pak Zaenuddin MZ… I like both of them )

 

Akhirnya…. Datang Juga!!! Tepat jam 22.30 WIB Ustadz Uje memasuki mimbar acara.. disambut meriah, dengan dihiasi jepretan lampu kamera sana sini laksana fireworks tahun baru (Uje Seperti Selebriti…diphoto mulu… bikin ngiri!!!)… acara tausiyahpun segera dimulai dengan bacaan bismillah dan salam…

 

Kira-kira inti tausiyah Ustadz begini :

(maaf kalo banyak yang miss…karena keterbatasan intelektual aku..)

1.   Para calon pejabat pemerintah (awal2 disinggung masalah politik… pilkada!!!) hendaknya tidak memprioritaskan merebut kursi… tapi hendaklah memperebutkan ayat-ayatNya dengan menghayati dalam diri mereka dan mengamalkannya… Insya Allah setelah ayat tersebut dapat terebut, kursi akan segera diraih… tidak perlu kampanye besar-besaran sampai acara utang mengutang yang bisa bikin stress…Uje mencontohkan ada yang stress mau bunuh diri.. dan sekarang jadi pasiennya ..

2.   Uje memberi makna tentang angka 17… seperti pada jumlah rak’aat sholat, tanggal kemerdekaan Indonesia, tanggal Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan

3.   Uje juga cerita tentang kisah seorang waria yang ikut sholat berjama’ah bersamanya di lokasi syuting MD Entertainment (waria tsb seorang make up artist…). Kita tidak boleh menghina mereka dan melecehkannya…

4.   Uje juga mengajak kita untuk tetap berbuat cinta dan sayang kepada siapa saja… kita mesti tetap baik, ramah, senyum terhadap orang2 yang membenci kita… karena dengan cinta kita, siapa tahu kita dapat mengubahnya menjadi baik…

5.   Uje juga menceritakan tentang perjalanan Nabi bersama Malaikat Jibril ke langit ketujuh… dan bagaimana melewati tiap lapis dan bertemu dengan Nabi terdahulu.. Hikmah yang diambil setiap perjalanan… Nabi Muhammad sangat rendah hati, tidak melecehkan dan menghina… dan sangat hormat ketika bertemu dengan Nabi Yusuf yang ganteng banget… (Nabi tidak merasa tersaingi akan kegantengannya… bahkan memuji Nabi Yusuf).. selain itu beliau mencontohkan sikap Malaikat Jibril yang tidak marah, tetapi bersikap santun ketika ditanya ada apa untuk masuk ke lapis langit itu… Padahal ibarat penjaga langit tersebut kopral dan Malaikat Jibril seorang Jenderal yang akan masuk, meski ditanya oleh Kopral, Sang Jenderal tetap menjawab dengan santun… (bandingkan dengan manusia biasa… sok belagu jika pangkatnya lebih tinggi..)

 

Di sela-sela intisari tausiyahnya, uje menyanyikan beberapa lagu, sholawat Nabi… suara Uje memang merdu dan banter banget…

 

Di akhir penutup acara 24.00 WIB, berdo’a bersama… termasuk baca sayyidul istighfar…

Semoga bermanfaat… mohon maaf kalau ada yang salah kata… sampai ketemu di tausiyah Uje selanjutnya… Aku rindu momen seperti ini… With Ustadz like Uje to born my spirit keeping my religy… Allahu Ya Karim…

29
Jul
08

Tausiyah Aa Gym di Bank Indonesia

Just for share hasil MMQ Daarut Tauhid

 

MMQ AA Gym di Masjid Bank Indonesia Hari Senin tgl 28 Juli 2008 Pukul 19.30 – 21.00 WIB membahas mengenai Asmaul Husna : An Nur yang artinya Maha Bercahaya…

 

Allah Maha bercahaya… cahaya disini bukanlah berarti cahaya yang seperti yang kita liat atau kita bayangkan… seperti lampu2 di dalam rumah kita…

Artinya bahwa Allah Maha Pemberi  Petunjuk, Rahmat bagi umatNya…

 

Allah memberikan cahaya kepada siapa saja yang dikehendakiNya… termasuk ke orang2 kekasih Allah antara lain para ulama, ustadz, ataupun orang-orang sholeh  yang sangat dekat denganNya.. Cahaya yang diberikan kepada para kekasih Allah, akan bisa terpantul ke orang lain berupa energi positif yang bisa memberikan manfaat bagi orang yang didekatnya..

 

Untuk itu Aa Gym berpesan… agar kita sesering mungkin mendekat ke para kekasih Allah, agar energi positif itu senantiasa terpantulkan ke diri kita, dan akan membawa manfaat yang sangat besar…

 

Selain itu juga dibahas masalah bagaimana kita memunculkan energi positif dalam diri kita sehingga segala sesuatunya dalam hidup ini berjalan dalam petunjuk-Nya.

Apa yang ada dalam pikiran kita hendaknya selalu tertaut pada Allah. Ketika kita menghadapi masalah, hendaknya kepada Allahlah kita minta jalan keluar…

 

Disinggung pula masalah takdir… memang Allah telah menakdirkan manusia dengan rejekinya yang berbeda-beda… tinggal bagaimana kita mensikapinya… jangan takut kita jadi orang miskin, atau gak kaya. Kita jangan pernah memikirkan  bahwa kita tidak punya tabungan banyak, yang penting kita sering bersedekah… Aa Gym memberi contoh.. kalo kita punya tabungan 200 juta terus diberi penyakit dg biaya 215 juta, bukankah hal ini bikin tekor alias tidak mempunyai tabungan??? Lebih baik tabungan sedikit tapi sehat wal afiat… Prinsip kita, yang penting rejeki mengalir terus dari Allah meski tdk terlalu banyak… ibarat rejeki itu air dalam gelas.. yang penting di atas gelas selalu ada air yang mengucur dari teko… dan tumpahan air dalam gelas selalu kita bagikan ke sekitarnya….

 

Disinggung pula bagaimana agar kita jadi orang yang bermujahadah… tapi aku sendiri bingung, arti sebenarnya dari mujahadah itu… Ya Allah tambahkanlah ilmu padaku… ternyata masih begitu dangkal ilmuku tentang agamaku ini.. adakah yang bisa membantu???

 

Di akhir penutup… dilanjutkan sesi tanya jawab… and sampai ketemu di MMQ selanjutnya..

Semoga bermanfaat… amin

 

18
Jul
08

Ada Apa Dengan Bulan Rajab ???

Assalamu’alaikum wr.wb

Pada hari Jum’at  tanggal  04 Juli 2008 kita memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab adalah bulannya  Allah. Mari kita simak ada apa di balik bulan Rajab  itu.Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda,  ”Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:
 *  Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan  ikhlas,  Maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT;
 * Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1429 H/Isra Mi’raj  ( 30 Juli 2008 ) akan mendapat pahala seperti 5 tahun  berpuasa;
 * Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT;
 * Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3  Rajab (4,5,6 Juli 2008) maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat;
 * Barang siapa berpuasa Lima hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannya Akan dikabulkan;
 * Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga;
 * Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam  bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu  dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang  siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan  pahalanya.”Sabda Rasulullah SAW lagi:
 ”Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya  
bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini?”
Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab  ini”.

 

 

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita:

 ”Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau  
berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau:
 ”Ya  Rasulullah mengapakah engkau menangis?” Lalu beliau bersabda :”Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya  berdoa
 kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa   atas  mereka”.Sabda beliau lagi: “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya  mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di  bulan Rajab niscaya mereka
tidak akan disiksa di dalam  kubur.”

Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa  satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat  mengelakkan dari siksa
kubur?” Sabda beliau: “Wahai Tsauban, demi  ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim  lelaki dan perempuan yang berpuasa  
satu hari dan mengerjakan sholat  malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali  ALLAH mencatatkan baginya seperti
berpuasa satu tahun dan mengerjakan  sholat malam satu tahun.”

Sabda beliau lagi: “Sesungguhnya Rajab  adalah bulan ALLAH, Sya’ban adalah bulan aku dan bulan Ramadhan  adalah bulan umatku”.  
“Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar  pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi dan orang-orang  yang berpuasa pada bulan Rajab,
 Sya’ban dan bulan  Ramadhan.

Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan  merasa lapar dan haus bagi mereka.”

 Wassalamu’alaikum  wr.wb,

 




Almanak

Januari 2010
S S R K J S M
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Comentator

Pengunjung

  • 479 hits